Panduan Lengkap Tata Cara Sholat 5 Waktu


Sebelum mulai membahas tata cara shalat fardhu 5 waktu lengkap dengan niat dan bacaan doa serta gerakannya saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa hal yang penting untuk anda ketahui.

Seorang muslim/muslimah yang sudah baligh, berakal dan tidak berhalangan dengan haid atau nifas (bagi perempuan) wajib mengerjakan shalat fardhu lima waktu sehari semalam, yaitu subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya.

Shalat merupakan rukun islam yang kedua setelah syahadatain dan memiliki kedudukan sangat penting dalam islam.

Tata cara shalat harus sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana hadits Rasulullah SAW, yang artinya:

“ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H.R. Bukhari)

PENGERTIAN SHALAT

Shalat berasal dari kata bahasa arab yang artinya menurut bahasa ialah doa.

Menurut syara` shalat adalah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara’

WAKTU-WAKTU SHALAT FARDHU

1. Subuh
Waktu shalat subuh sejak saat fajar menyingsing sampai saat matahari terbit, sebaik-naiknya pelaksanaanya ialah pada awal masuk waktunya.

2. Dhuhur
Dhuhur masuk waktunya ketika matahri mulai condong dari pertegahan langit kearah barat dan berakhir ketika bayang-bayang segala sesuatu telah sama dengan panjang sebenarnya.

3. Ashar
Ashar dimulai sejak berakhirnya waktu dhuhur sampai terbenamnya matahari, mengundurkan waktu pelaksanaanya sampai saat cahaya matahari telah kekuning-kuningan hukumnya makruh.

4. Maghrib
Shalat maghrib waktunya setelah terbenamnya matahari sampai saat terbenamnya syafaq merah cahaya merah yang merata di ufuk barat).

5. Isya
Isya waktunya sejak terbenam syafaq merah sampai saat menyingsingnya fajar (masuknya waktu subuh).

HUKUM SHALAT FARDHU 5 WAKTU

Berdasarkan Al Qur`an, Sunnah dan Ijma` shalat di wajibkan bagi setiap orang islam baligh dan berakal kecuali wanita yang sedang haid dan nifas.

SYARAT-SYARAT SAH SHALAT

Sebelum mulai mempelajari tata cara shalat fardhu dan melaksanakanya anda harus mengetahui syarat-syarat sah shalat agar shalat anda sah. beberapa hal persyaratan penting tersebut yaitu :

1. Suci badan, pakaian dan tempat shalat

Kesucian tubuh dari hadas besar dan kecil demikian pula pakaian dan tempat dari najis, merupakan syarat dari sahnya shalat.

2. Mengetahui Masuknya waktu shalat
Shalat hanya boleh dilaksanakan setelah mengetahui dengan pasti telah masuknya waktu shalat masing-masing.

Anda telah mendengar azan atau berita dari orang yang dapat dipercaya atau dengan tanda lainnya yang dapat yang meyakinkan anda atau berdasarkan hisab yang tepat.

3. Menghadap Kiblat
Shalat hanya sah apabila dilaksanakan menghadap ka`bah yang dapat diketahui dengan mihrab di masjid-masjid atau pemberitahuan orang ahli yang dapat dipercaya.

4. Menutup Aurat
Aurat adalah bagian tubuh yang wajib ditutupi dan dihindarkan dari pandangan orang lain.

A. Aurat Laki-laki
Aurat laki-laki adalah bagian tubuhnya antara pusar dan lutut, tentunya itu merupakan pakaian penutup yang minimal apabila tidak memiliki pakaian selain dari itu saja.

B. Aurat Perempuan
Aurat perempuan ialah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.

RUKUN SHALAT

Rukun shalat ialah gerakan dan bacaan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari shalat, meninggalkan salah satu rukun shalat dapat mengakibatkan shalat menjadi batal atau tidak sah.

Adapaun rukun shalat adalah sebagai berikut:
  1. Niat
  2. Berdiri, Bagi yang tidak mampu boleh duduk kalaupun tidak mampu duduk boleh berbaring
  3. Takbiratul Ihram
  4. Membaca Al Fatihah
  5. Ruku`
  6. I`tidal
  7. Sujud
  8. Duduk diantara dua sujud
  9. Membaca Tasyahud
  10. Duduk untuk membaca tasyahud
  11. Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW
  12. Salam
  13. Tertib
SUNAT DALAM MELAKSANAKAN SHALAT

Waktu mengerjakan shalat ada dua sunat, yaitu sunat Ab’adh dan sunat Hai’at.
Sunat Ab’adh
  1. Membaca tasyahhud awal.
  2. Membaca shalawat pada tasyahud awal.
  3. Membaca shalawat atas keluarga Nabi Muhammad SAW pada tasyahud akhir.
  4. Membaca qunut pada shalat shubuh, dan shalat witir dalam pertengahan bulan Ramadlan, hingga akhir bulan Ramadhan.
Sunat Hai’at 
  1. Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ihram, ketika akan ruku`, dan ketika berdiri dari ruku`
  2. Meletakkan telapak tangan yang kanan di atas pergelangan yang kiri ketika bersedekap (sedekap )
  3. Membaca do’a iftitah sehabis takbiratul ihram.
  4. Membaca ta’awwud/ (A`uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim) ketika hendak membaca fatihah.
  5. Membaca amin sesudah membaca fatihah.
  6. Membaca surat Al Qur’an pada dua raka’at permulaan (raka’at pertama dan kedua) sehabis membaca fatihah.
  7. Mengeraskan bacaan fatihah dan surat Al Qur`an pada raka’at pertama dan kedua pada shalat maghrib, ‘isya dan shubuh selain ma’mum.
  8. Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud.
  9. Membaca “Sami’allaahu liman hamidah” ketika bangkit dari ruku’ dan membaca “Rabbanaa lakal hamdu ketika i’tidal.
  10. Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri masing-masing waktu membaca salam pertama dan kedua.
TATA CARA SHALAT FARDHU 5 WAKTU LENGKAP DENGAN NIAT, BACAAN DOA DAN GAMBAR GERAKANNYA

1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat,

Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  1. Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
  2. Tangan rapat di samping badan.
  3. Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
  4. Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
  5. Pandangan lurus ke tempat sujud.
  6. Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.
Niat merupakan perbuatan hati yang dilafazkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Cara melafazkan bacaan niat shalat fardhu dilafazkan dalam hati menurut shalat masing-masing yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh, dhuhur atau yang lainnya.

Baca Juga: Niat Sholat Fardhu

2. Gerakan Mengangkat Kedua Tangan (Takbiratul ihram)

ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
  1. Telapak tangan sejajar dengan bahu.
  2. Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
  3. Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
  4. Jari-jari direnggangkan.
  5. Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
  6. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  7. Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir."ALLAHU AKBAR"
Catatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.

3. Gerakan Sedekap dalam Salat

Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
  1. Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
  2. Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.

Baca Juga: Surat-Surat Pendek

Adapun Bacaan Do'a Iftitah ada di bawah ini :

DOA IFTITAH

ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.

Artinya: 
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.

4. Gerakan Rukuk Dalam Sholat

Rukuk artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  1. Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.
  2. Turunkan badan ke posisi membungkuk.
  3. Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
  4. Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.
  5. Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk
Sesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu doa rukuk.

Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :

R U K U’

SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.


5. Gerakan Iktidal dalam Sholat

Iktidal adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri. Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah. Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadis dalilnya. Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa saat iktidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.

Sesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu doa iktidal.

I’TIDAL

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Artinya: Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.

Artinya: Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.


6. Gerakan Sujud dalam Sholat


Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
  1. wajah (kening dan hidung),
  2. dua telapak tangan,
  3. dua lutut, dan
  4. dua ujung telapak kaki.
Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut:
  1. Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
  2. Letakkan kedua lutut ke lantai.
  3. Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
  4. Letakkan kening dan hidung ke lantai.
  5. Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
  6. Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
  7. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  8. Renggangkan pinggang dari paha.
  9. Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
  10. Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.
Ketika bangkit dari sujud untuk berdiri ke rakaat berikutnya, disunahkan wajah lebih dulu dianggkat dari lantai, kemudian tangan, dan disusul dengan mengangkat lutut hingga berdiri tegak.

Bacaa pada waktu sujud :

SUJUD

SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x
Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.


7. Gerakan Duduk antara Dua Sujud


Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
  1. Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
  2. Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
  3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  4. Badan tegak lurus.
  5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  8. Pandangan lurus ke tempat sujud.
  9. Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.
Bacaannya Sebagai Berikut :

DUDUK DIANTARA DUA SUJUD

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Artinya: Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.


8. Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal


Duduk tasyahud awal adalah duduk iftirasy, sama seperti duduk antara dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya. Caranya adalah sebagai berikut.
  1. Bangkit dari sujud kedua rakaat kedua sambil membaca takbir.
  2. Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
  3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  4. Badan tegak lurus.
  5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud.
Bacaannya sebagai berikut :

TASYAHUD AWAL


ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Artinya: Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Artinya: Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Artinya: Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Artinya: Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.


9. Gerakan Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk. Caranya adalah.
  1. Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
  2. Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
  3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  4. Badan tegak lurus.
  5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.
Bacaannya sebagai berikut :

TASYAHUD AKHIR

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Artinya: Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Artinya: Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Artinya: Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

Artinya: Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

Artinya:
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.

FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.

Artinya: Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.


10. Gerakan salam

Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.

Adapun bacaan salam sebagai berikut :

salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan: 

"ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH" 

Artinya; Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu).

Dengan selesainya salam maka selesailah bahasan tata cara shalat fardhu kita, meskipun saya masih akan menyampaikan beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang shalat, oke… langsung aja

MAKRUH DALAM SHALAT

Orang yang sedang shalat dimakruhkan melakukan hal-hal berikut ini :
  1. Menutup mulutmu rapat-rapat.
  2. Terbuka kepalanya.
  3. Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  4. Menengadah ke langit.
  5. Menahan hadas.
  6. Mengerjakan shalat diatas kuburan.
  7. Melakukan hal-hal yang mengurangi ke khusyu’an shalat.
PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN WANITA DALAM TATA CARA SHALAT

Laki-Laki
  1. Auratnya dalam shalat antara pusat dan lutut.
  2. Merenggangkan dua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu ruku’ dan sujud..
  3. Bila lupa sesuatu membaca tasbih, yakni membaca “Subhaanallah”.
  4. Waktu ruku’ dan sujud mengangkat perutnya dari dua pahanya.
  5. Menyaringkan suaranya/bacaannya di tempat keras.
Perempuan

  1. Auratnya dalam shalat seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan dua belah telapak tangan.
  2. Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya.
  3. Bila lupa sesuatu bertepuk tangan, yakni tangan yang kanan dipukulkan pada punggung telapak tangan kiri.
  4. Meletakkan perutnya pada dada, dua pahanya ketika ruku’ dan sujud.
  5. Merendahkan suaranya/bacaannya di hadapan laki-laki lain yang bukan muhrimnya.

HAL HAL YANG MUNGKIN DILUPAKAN DALAM SHALAT

Dalam tata cara melaksanakan shalat mungkin pula ada hal – hal yang dilupakan, misalnya :
  1. Lupa melaksanakan yang fardlu.
  2. Lupa melaksanakan sunat ab’adh.
  3. Lupa melaksanakan sunat hai’at.
Jika yang dilupakan itu fardhu/rukun, maka tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

Jika yang dilupakan itu sunat ab’adh, maka tidak perlu diulangi, yakni kita meneruskan shalat itu hingga selesai, dan sebelum salam kita disunatkan sujud sahwi.

Jika yang terlupakan itu sunat hai’at, maka tidak perlu diulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu sujud sahwi.

Bacaan Sujud Sahwi

SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WALAA YAS-HU.

Artinya :
“Mahasuci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa”.

Sujud sahwi itu hukumnya sunat, dan letaknya sebelum salam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.

Apabila orang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bilangan raka’at yang telah dilakukan, haruslah ia menetapkan yang ia yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sahwi.

YANG MEMBATALKAN SHALAT

Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja, selain itu shalat juga bisa batal dengan hal-hal seperti tersebut di bawah ini :
  1. Berhadas.
  2. Terkena najis yang tidak dimaalkan.
  3. Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu hurul yang membelikan pengertian.
  4. Terbuka auratnya.
  5. Mengubah niat, misalnya ingin memutuskan shalat.
  6. Makan atau minum meskipun sedikit.
  7. Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan sekali yang bersangatan.
  8.  Tertawa berbahak-bahak.
  9. Mendahului imamnya dua rukun.
  10. Murtad, artinya keluar dari Islam.
Kepada para sahabat, Ulama dan ahli yang arif bijaksana saya mengharapkan koreksinya bila ada kesalahan ataupun kehilapan artikel panduan lengkap tata cara shalat fardhu 5 waktu, diatas.

Saya juga menunggu tegur sapanya di kolom komentar untuk jalinan silaturrahmi kita walau hanya di dunia maya. 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk saya, anda dan kita semua, dan jika anda merasakan manfaatnya silahkan di share melalui facebook/twitter atau media sosial lainnya kepada sahabat-sahabat kita yang lain agar mereka pun merasakan manfaatnya dan anda jadi orang yang bermanfaat juga.

Wallahu A`lam Bish Shawab