11 Adab Membaca Al-Quran


Setiap muslim harus meyakini kesucian kalam Allah, keagungan dan keutamaannya diatas seluruh kalan (ucapan). Al-Qur'anul karim itu kalam Allah yang didalmnya tidak ada kebatilan. Al-Qur'an Memberikan petunjuk jalan yang lurus dan memberikan bimbingan kepada ummat manusia didalam menempuh jalan hidupnya, agar selamat dunia dan akhirat, dan dimasukan kedalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dan hidayah Allah dari Allah Ta'ala.

untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari dari seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur'an. Sebagaimana sabda Nabi SAW: "Sebaik-baik kamu adalah orang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (H.R. Bukhari).

DAlam riwayat Imam Muslim dijelakan: "Bacalah Al_Qur'an, sesungguhnya Al-Qur'an itu akan menjadi syafa'at pada hari Kiamat bagi yang membacanya (ahlinya)." (H.R. Muslim).

Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur'an dan mengharamkan apa yang diharamkannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlak terhadapnya. Pada saat membaca Al-Qur'an, seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesemputnaan pahala dalam membaca Al-Qur'an.

1. Agar membacanya dalam keadaan sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan tenang.

Membaca Al-qur'an dianjurkan dalam keadaan suci. Namun apabila dia membaca dalam keadaan najis, diperbolehkan dengan ijma' umat Islam. Imam Haromain berkata, orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama. (At-Tibyan, hal 58-59).

2. Membaca dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat mengahayati ayat yang dibaca.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang membaca Al-Qur'an (hkatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami" (H.R. Ahmad dan para penyususn Kitab-Kitab Sunan). Dan sebagian kelompok dari generasi pertama membenci penghkataman Al-Qur'an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas.Rasulullah SAW telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk menghkatamkan Al-Qur'an setiap satu minggu (tujuh hari). (Muttafaq Alaih). sebagaimana yang dilakukan oleh Abdullah bin Mas'ud, Usman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur'an sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al-Qur'an dengan khusyu'

Memperlihatkan duka cita atau menangis karena sentukan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasan. RAsulullah SAw bersabda, "Bacalah Al-Qur'an dan menangislah. Apabila kamu tidak memangis maka usahakan seakan-akan menangis (karena ayat yang engkau baca)." (H.R. Al-Bazzar).

Di dalam sebuah ayat Al-Qur'an, Allah Ta'ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang salih, "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu" (Al-Isra': 109).

4. Agar membaguskan suara di dalam membacanya 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Hiasilah Al-Qur'an dengan suaramu" (H.R. Ahmad, Ibnu Majjah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, "Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur'an" (H.R. Buhkari dan Muslim). Maksud hadits di atas, membaca Al-Qur'an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhraj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan ilmu tajwid.

5. Membaca Al-Qur'an dimulai dengan membaca Isti'adzah

Allah SWT berfirman, "Dan jika kamu akan membaca Al-Qur'an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syetan yang terkutuk" (An-Nahl: 98). Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surat, setelah isti'adzah terus membaca basmalah, dan apabila tidak di awal surat cukup membaca isti'adzah. Khusus surat At-Taubah, walaupun dibaca mulai awal surat, tidak usah membaca basmalah, cukup dengan membaca isti'adzah saja.

6. Berusaha memahami arti dan makna Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an dengan berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. Firman Allah SWT, "Maka apabila mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an, ataukah hati mereka terkunci?" (Muhammad: 24).

7. Tidak mengganggu orang yang shalat

Membaca Al-Qur'an tidak mengganggu orang yang sedang salat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu'. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang terang-terangan (di tempat orang banyak) membaca Al-Qur'an sama dengan orang yang terang-terangan dalam shadaqah" (H.R. Tirmidzi, Nasa'i, dan Ahmad).

Dalam hadits lain dijelaskn, "Ingatlah bahwasanya setiap hari dari kamu munajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh mengangkat suara atas yang lain di dalam membaca (Al-Qur'an)". (H.R. Abu Dawud, Nasa'i, Baihaqi, dan HAkim), ini hadits shahih dengan syarat Syaikhani (Bukhari-Muslim). Jadi, jangan sampai ibadah yag kita lakukan tersebut sia-sia karena kita tidak mengindahkan sunnah Rasulullah dalam melaksanakan ibadah membaca Al-Qur'an. Misalnya, dengan suara yang keras pada larut malam yang akhirnya mengganggu orang yang istirahat dan orang yang salat malam.

8. Menjaga Al-Qur'an

Adab lain ketika membaca Al-Qur'an ialah tidak melalaikan bacaan itu setelah mempelajarinya. Bacaan ataupun hafalah Al-Qur'an yang telah dimiliki harus dilestarikan sepanjang hayat sebagai bekal mati. Melalaikan bacaan Al-Qur'an menurut Imam Nawawi merupakan suatu dosa besar.

9. Mendengarkan saat dibacakan

Dengarkanlah bacaan Al-Qur'an. Jika ada yang membaca Al-Qur'an, maka dengarkanlah bacaannya itu dengan tenang. Allah Ta'ala berfirman: "Dan tatkala dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, semoga kamu diberi rahmat" (Al-A'raf: 204).

10. Membaca Al-Qur'an dengan saling bergantian

Apabila ada yang membaca Al-Qur'an, boleh dilakukan membacanya itu secara bergantian dan yang mendengarkannya harus dengan khusyu dan tenang. Rasulullah SAW bersabda' "Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah-rumah Allah, mereka membaca Al-Qur'an dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun atas mereka ketenangan dan mereka diliputi oleh rahmat (Allah), para malaikat menyertai mereka, dan Allah membangga-banggakan mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisi-Nya." (H.R. Abu Dawud).

11. Berdoa setelah membaca Al-Qur'an  

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, para sahabat apabila setelah khatam membaca Al-Qur'an, mereka berkumpul untuk berdo'a dan mengucapkan, "Semoga rahmat turun atas selesainya membaca Al-Qur'an". Dan sebuah hadits dijelaskan, diriwayatkan dari Annas bin Malik r.a. bahwasanya apabila ia telah khatam membaca Al-Quran, ia mengumpulkan keluarganya dan berdo'a. (H.R. Abu dawud).

setiap orang Islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya serta dipelajari ayat-ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman kepada Al-Qur'an (Abu Habibburrahman).

Sumber: Kitab Minhajul Muslim Fiqih Sunnah At-Tibyan Fi Adaabil Hamlatil Qur'an

0 Response to "11 Adab Membaca Al-Quran"

Post a Comment

Silahkan beri komentar sesuai isi artikel yang tertulis di halaman ini.
Gunakan bahasa yang baik dan sopan
Komentar yang menyertakan link dan/atau nomor telpon tidak akan kami publikasikan (Dihapus).