Pengertian Ibadah Haji, Hukum dan Rukun Haji

Setiap tahun tepatnya pada bulan Dzulhijah ummat islam dari seluruh dunia berbondong-bondong pergi mengunjungi tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Namun apakah ibadah haji sama halnya dengan ibadah lainnya seperti shalat, zakat, dan puasa? lalu apa hukum haji itu sendiri dan apakah ada amalan-amalan tertentu yang hanya dilakukan saat melaksanakan ibadah haji tersebut?. Pertanyaan-pertanyaan tersbut pada kesempatan kali ini kami akan bahas, lewat pembahsab ibadah haji, hukum dan rukun haji.


Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim, terutama bagi mereka yang mampu, dengan cara mengunjungi Tanah Suci dan melakukan segala amalan-amalan yang telah diatur dan ditetapkan tata caranya berdasarkan ajaran Rosulullah SAW. Ibadah haji hanya bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 9 sampai 13 Dzulhijjah. Itu artinya, ibadah haji hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun.

Pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji hukumnya adalah wajib, terutama bagi mereka yang mampu. Berikut adalah firman Allah SWT yang menjelaskan tentang hukum haji:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali Imron: 97).

Selain ayat diatas, Rosulullah SAW juga menjelaskan tentang hukum dari ibadah haji itu sendiri. Rosulullah SAW menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah wajib sebagaimana rukun islam yang lainnya, yaitu syahadat, sholat, puasa, dan zakat. Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini:

Rosulullah SAW, bersabda; 

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16).

Kewajiban seseorang untuk pergi berhaji hanya sekali seumur hidup, dan bagi mereka yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, maka hukumnya adalah sunnah. Rosulullah SAW, bersabda 

« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup” (HR. Muslim no. 1337)

Ketika melakasanakan ibadah haji, ada amalan- amalan yang wajib dikerjakan, dan apabila tidak mengerjakan salah satu dari amalan tersebut, maka ibadah haji yang dilakukannya tidak sah. Amalan-amalan wajib ini disebut dengan rukun haji. ada enam rukun haji, yaitu;

1. Ihram
Ihram adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan memakai pakaian ihram, pakaian berwarna putih bersih dan tidak berjahit. Pakaian tidak berjahit hanya berlaku bagi laki-laki

2. Wuquf
Wuquf adalah berdiam diri di Padang Arafah, dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah saat tergelincirnya matahari sampai terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.

3. Tawaf
Tawaf berputar, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, dimana posisi Ka’bah berada sebelah kiri jamaah haji yang akan melakukan tawaf, kemudian berputar kebalikan dari arah jarum jam.

Macam-macam Tawaf
  • Tawaf qudum, dilakukan ketika baru sampai di Mekah
  • Tawaf ifadah, dilakukan karena melaksanakan rukun haji
  • Tawaf nazar, dilakukan karena nazar
  • Tawaf sunah, dilakukan tidak karena sebab-sebab tertentu (mencari keutamaan dalam ibadah). 
  • Tawaf wadak, dilakukan karena hendak meninggalkan mekah
4. Sa’i
Sa'i lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah, sebanyak tujuh kali putaran.

5. Tahallul
Tahallul yaitu diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang yang sedang melakukan ibadah haji dari hal- hal yang dilarang selama ihram, yang ditandai dengan memotong atau mencukur sebagian atau seluruh rambut, atau paling sedikit tiga helai rambut bagi kaum perempuan.

6. Tertip
Tertip berarti menertipkan rukun-rukun haji tersebut. Artinya, harus berurutan dimulai dari niat (ihram), wukuf, tawaf, sai, dan menggunting rambut.

Demikian penjelasan tentang pengertian ibadah haji. Semoga bahasan ini bisa bermanfaat dan menjadi gambaran bagi kita kelak, ketika akan menjalankan ibadah haji. اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن (Amin Ya Rabbal ‘Alamin).

Wallahu’alam bi shawab.

0 Response to "Pengertian Ibadah Haji, Hukum dan Rukun Haji"

Post a Comment

Silahkan beri komentar sesuai isi artikel yang tertulis di halaman ini.
Gunakan bahasa yang baik dan sopan
Komentar yang menyertakan link dan/atau nomor telpon tidak akan kami publikasikan (Dihapus).